Thursday, 5 April 2012


( KAIDAH KE 9 )

إذَا لَقِيَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ السَّاكِنَتَانِ بحَرْفٍ سَاكِنٍ آخَرَ حُذِفَتَا نَحْوُ صُنْ وَ سِرْ أَصْلُهُمَاُ أُصْوُنْ وَ اِسْيِرْ.

Apabila  ada Wawu atau Ya’ yang mati bertemu dengan huruf lain yang mati pula maka Wawu atau Ya’ tersebut dibuang. Contoh: صُنْ   dan سِرْ asalnya أُصْوُنْ dan اِسْيِرْ
Praktek I’lal:

صُنْ
صُنْ  asalnya  أُصْوُنْ mengikuti wazan اُفْعُلْ, Harokat Wawu dipindah kepada huruf sebelumnya, karena Wawu berharokat dan huruf sebelumnya adalah huruf shohih yang mati (lihat Kaidah I’lal ke 2) untuk menolak beratnya mengucapkan, maka menjadi  اُصُوْنْ, maka terjadilah pertemuan dua huruf yang mati yaitu Wawu dam Nun  Wawu dibuang untuk menolak bertemunya dua huruf yang mati maka menjadi  اُصُنْ, kemudian Hamzah Washolnya dibuang karena tidak dibutuhkan lagi, maka menjadi  صُنْ


سِرْ
سِرْ  asalnya اِسْيِرْ mengikuti wazan  اِفْعِلْ, Harokat Ya’ dipindah kepada huruf sebelumnya, karena Ya’ berharokat dan huruf sebelumnya adalah huruf shohih yang mati (lihat Kaidah I’lal ke 2) untuk menolak beratnya mengucapkan, maka menjadi اِسِيْرْ, maka Ya’ dibuang untuk menolak bertemunya dua huruf yang mati yaitu Ya’ dan Ro’maka menjadi اِسِرْ, kemudian Hamzah Washal-nya dibuang karena tidak dibutuhkan lagi, maka menjadi  سِرْ
Reactions:

0 comments:

Post a Comment