Thursday, 5 April 2012

( KAIDAH KE 15 )

إِنَّ اسْمَ الْمَفْعُوْلِ إذَا كَانََََ مِنْ مُعْتَلِّ الْعَيْنِ وَجَبَ حَذْفُ وَاوٍ الْمَفْعُوْلِ مِنْهُ عِنْدَ سِيْبَوَيْهِ  نَحْوُ مَصُوْنٌ وَ مَسِيْرٌ أَصْلُهُمَا مَصْوُوْنٌ وَ مَسْيُوْرٌ

Sesungguhnya Isim Maf’ul apabila‘Ain Fi’ilnya berupa huruf ‘Ilat (Bina’ Ajwaf) maka wajib membuang Wawu Maf’ulnya menurut Imam Syibawaeh (menurut Imam lain yg dibuang adalah Ain Fi’ilnya). contoh: مَصُوْنٌ dan مَسِيْرٌ asalnya مَصْوُوْنٌ dan  مَسْيُوْرٌ
Praktek I’lal:
مَصُوْنٌ
مَصُوْنٌ   asalnya  مَصْوُوْنٌ  mengikuti wazan  مَفْعُوْلٌ  Harokat Wawu dipindah  pada huruf sebelumnya karena Wawu berharokat dan huruf sebelumnya adalah huruf shohih yang mati untuk menolak beratnya mengucapkan, maka menjadi مَصُوْوْنٌ ( lihat kaidah ke 2 ),maka terjadilah pertemuan dua huruf yang mati,yaitu Wawu yang pertama adalah Wawu ‘Ain Fi’il dam Wawu yang kedua adalah Wawu Maf’ul maka Wawu Maf”ulnya di buang untuk mencegah bertemunya dua huruf yang mati (menurut Imam Sibawaeh),maka menjadi مَصُوْنٌ .
مَسِيْرٌ
مَسِيْرٌ  asalnya مَسْيُوْرٌ  mengikuti wazan مَفْعُوْلٌ Harokat Ya’ dipindah pada huruf sebelumnya karena Ya’ berharokat dan huruf sebelumnya adalah huruf shohih yang mati untuk menolak beratnya mengucapkan maka menjadi مَسُيْوْرٌ (lihat i’lal ke 2), maka terjadilah pertemuan dua huruf yang mati yaitu Ya’ ‘Ain Fi’il dan Wawu Maf’ul,untuk menolak beratnya mengucapkan,maka Wawu Maf’ulnya dibuang untuk menolak beratnya mengucapkan (menurut Imam Sibawaeh) maka menjadi  مَسِيْرٌ.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment