Friday, 6 April 2012


( KAIDAH KE 18 )

إِذَا كَانَ فَاءُ اِفْتَعَلَ وَاوًا أوْ يَاءً أوْ ثَاءً قُلِبَتْ فَاؤُهُ تَاءً لِعُسْرِالنُّطْقِ بِحَرْفِ اللَّيْنِ السَّاكِنِِ لِمَا بَيْنَهُمَا مِنْ مُقَارَبَةِ الْمَخْرَجِ وَمُنَافَاةِ الْوَصْفِ ِلأَنَّ حَرْفَ اللَّيْنِ مَجْهُوْرَةٌ وَالتَّاءُ مَهْمُوْسَةٌ  نَحْوُ اِتَّصَلَ وَ اِتَّسَرَ وَ اِثَغَرَ أصْلهَا اِوْتَصَلَ وَ اِيْتَسَرَ وَ اِثَتَغَرَ

Apabila ada kalimat mengikuti wazan اِفْتَعَلَ dan Fa’ Fi’ilnya berupa huruf wau,Ya’ atau Tsa’, maka huruf  Fa’ Fi’ilnya tersebut harus diganti Ta’,karena sulitnya mengucapkah huruf “Layn” (لَيْن) yang mati yang bertemu dengan huruf Ta’.Dan diantara keduanya termasuk berdekatan Makhrojnya dan berbeda sifatnya, karena huruf “layn” (وي) bersifat Jahr  sedangkan huruf  Ta’ bersifat Hams. Contoh: اِتَّصَلَ , اِتَّسَرَdanاِثَغَرَ asalnya اِوْتَصَلَ , اِيْتَسَرَ dan اِثَتَغَرَ. 




Praktek I’lal:
اِتَّصَلَ
اِتَّصَلَ asalnya  اِوْتَصَلَ mengikuti wazan اِفْتَعَلَ Vawu diganti Ta’ karena sulitnya mengucapkah huruf “Layn” (لَيْن) yang mati yang bertemu dengan huruf Ta’.Dan diantara keduanya termasuk berdekatan Makhrojnya dan berbeda sifatnya, karena huruf “layin” (وي) bersifat Jahr  sedangkan huruf  Ta’ bersifat Hams, maka menjadi اِتْتَصَلَ  kemudian Ta’ yang pertama diidghomkan pada Ta’ yang kedua karena keduanya adalah huruf yang sejenis maka menjadi  اِتَّصَلَ.
اِتَّسَرَ
اِتَّسَرَ asalnya اِيْتَسَرَ mengikuti wazan اِفْتَعَلَ Ya’ diganti Ta’ karena sulitnya mengucapkah huruf “Layn” (لَيْن) yang mati yang bertemu dengan huruf Ta’.Dan diantara keduanya termasuk berdekatan Makhrojnya dan berbeda sifatnya, karena huruf “layin” (وي) bersifat Jahr  sedangkan huruf  Ta’ bersifat Hams, maka menjadi اِتْتَصَلَ  kemudian Ta’ yang pertama diidghomkan pada Ta’ yang kedua karena keduanya adalah huruf yang sejenis maka menjadi اِتَّسَرَ.


وَإنْ كَانَ ثَاءً يَجُوْزُ قُلْبُ تَاءِ اِفْتَعَلَ ثَاءً ِلاتِّحَادِهِمَا فِي الْمَهْمُوْسِيَّةِ نَحْوُ اِثَغَرَ أَصْلُهُ اِثَتَغَرَ.

Apabila ada Fa’ fi’il dari kalimat yang mengikuti wazan اِفْتَعَلَ berupa Tsa’,maka boleh mengganti Ta’ dengan Tsa’ karena keduanya sama-sama memilik sifat Hams.Contoh: اِثَغَرَ asalnya اِثَتَغَرَ .
Praktek I’lal:
اِثَغَرَ
 اِثَغَرَ asalnya اِثَتَغَرَ mengikuti wazan  اِفْتَعَلَ huruf Ta’ diganti Tsa’ karena sama-sama bersifat Hams, maka menjadi اِثَثَغَرَ kemudian Tsa’yang pertama diidghomkan pada Tsa’yang keduanya karena keduanya adalah huruf yang sejenis,maka menjadi  اِثَغَرَ .
Huruf Hams ada 10 Yaitu:
ت nad,ك,س,ص,خ,ش, هـ ,ِث,ح,ف






اِتَّخَذَ
اِتَّخَذَ asalnya اِئْتَخَذَ mengikuti wazan اِفْتَعَلَ huruf Hamzah yang kedua diganti  Ya’ karena Hamzah mati dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharokat kasroh,maka menjadi اِيْتَخَذَ kemudian huruf Ya’ diganti Ta’ (tanpa mengikuti kias*)kemudian Ta’ yang pertama diidghomkan pada Ta’ yang kedua karena sejenis,maka menjadi اِتَّخَذَ.
Pergantian Ya’ dengan Ta’ tidak mengikuti Qias yakni termasuk dari perihal Syadz (langka).
Reactions:

0 comments:

Post a Comment