Thursday, 5 April 2012

( KAIDAH KE 13 )

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاوُ طَرْفًا بَعْدَ ضَمٍّ فِيْ اسْمٍ مُتَمَكِّنٍ فِي اْلأَصْلِ أُبْدِلَتْ يَاءً فَقُلِبَتِ الضَّمَّةُ كَسْرَةً بَعْدَ تَبْدِيْلِ الْوَاوِ يَاءً نَحْوُ تَعَاطِيًا وَ تَعَدِّيًا أَصْلُهُمَاُ تَعَاطُوًا وَ تَعَدُّوًا.

Apabila ada Wawu berada di akhir kalimat dan jatuh sesudah harokat dhommah dan berada pada isim yang asalnya menerima tanwin,maka Wawu tersebut harus diganti Ya’,kemudian setelah itu harokat dhommah diganti kasroh. Contoh: تَعَاطِيًا  dan تَعَدِّيًا asalnya تَعَاطُوًا   dan تَعَدُّوًا.

Praktek I’lal:
تَعَاطِيًا
تَعَاطِيًا  asalnya تَعَاطُوًا mengikuti wazan تَفَاعُلاً Wawu diganti Ya’ karena mengikuti pada Fi’il Madlinya,maka menjadi تَعَاطُيًًا kemudian huruf Tho’ dikasroh untuk mencocokkan dengan huruf Ya’. Maka menjadi تَعَاطِيًا.



تَعَدِّيًا
تَعَدِّيًا  asalnya تَعَدُّوًا  mengikuti wazan تَفَعُلاً Wawu diganti Ya’ karena mengikuti pada Fi’il Madlinya, maka menjadi تَعَدُّيًًا kemudian huruf Dalnya dikasroh untuk mencocokkankan dengan huruf Ya’. Maka menjadi  تَعَدِّيًا.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment